Skip to main content

Posts

Nganjuk Karnival

Dalam rangka memperingati HUT RI ini, Nganjuk dan mungkin seluruh kota di Indonesia ramai-ramai mengadakan acara yang meriah. Dari berbagai lomba dan juga karnaval. Kemarin saya menyempatkan diri mengajak keluarga untuk menonton karnaval. Ramai dan meriah, menjadi sebuah hiburan rakyat tersendiri, di tengah panasnya berita-berita politik yang sedang ramai menjelang pilkada di kota Nganjuk ini.
Saya bersama teman-teman dari YUK menikmati karnaval di kedai susu Cak Yure. Dan yang tak pernah absen yaitu mas Sony. Namanya Sony, tapi kameranya Canon, Cayak Nikon. Berikut hasil Jepretan beliau.





Bagus-bagus ya kostumnya. Lalu saya berpikir, sekarang ini kalo karnaval sudah ga kaya jaman saya kecil dulu. Yang jadi polisi-polisian, dokter-dokteran, tentara, petani, dan berbagai profesi lain. Sekarang lebih ke budaya. Dan tentuya dengan biaya kostum yang jauh lebih mahal daripada hanya sekedar profesi. Hahaha

Tertarik melihat banyak teman, iseng saya pinjam kameranya mas Sony. Lensanya sama sep…
Recent posts

Oleh-Oleh Khas Nganjuk

Banyak dari teman-teman yang sedang mudik atau orang luar kota yang bingung, apa sih oleh-oleh khas dari Nganjuk. Ada yang bilang sambel pecel. Eh tapi Madiun juga punya sambel pecel, Kediri juga punya, Blitar juga punya, dan banyak kota lain.

Ada juga yang jawab kalo oleh-oleh khas Nganjuk itu ga ada. Kok bisa ga ada? Karena memang tidak punya sesuatu yang khas.
Namun saya bilang, Nganjuk itu produksi Bawang Merah. Nganjuk punya pasar bawang merah terbesar. Di daerah kecamatan Rejoso Nganjuk juga ada kawasan bawang merah. Namun bawang merah mentah kalo dijadikan oleh-oleh sepertinya kurang menarik. Tinggal kita memanfaatkan sesuatu yang sudah ada saja untuk dijadikan oleh-oleh.
Nah, saya sejak tahun 2015 memanfaatkan sesuatu yang sederhana dari hasil pertanian Nganjuk, yaitu mengolah bawang merah menjadi bawang goreng. Sepele. Namun saya mencoba menyentuh dengan sentuhan cinta dan kasih sayang...tsaaah...
Maka jadilah camilan bawang goreng yang enak. Saya berani memberikan garansi 2…

Sedihnya Anak Magang atau Prakerin

Magang atau prakerin (praktek kerja industri), atau PSG, atau PKL praktek kerja lapangan atau apalagi ya istilahnya, merupakan sebuah kegiatan pelatihan kerja yang biasanya dilakukan mahasiswa tingkat akhir atau anak SMK sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan proses pendidikannya. Kegiatan ini sangat bagus sekali, mengenalkan siswa ke dunia nyata di dunia kerja. 
Tapi banyak yang menempuh magang tersebut hanya asal-asalan. Banyak banget. Di Nganjuk saja, saya menjumpai banyaknya anak magang yang notabene yang benar-benar membutuhkan pandangan dalam dunia kerja namun setelah magang, tidak memiliki hasil apa-apa dalam pengalamannya. Bukan salah si anak magang, tapi salah pemilik tempat usaha dimana banyak yang tidak memberikan arahan atau ilmu pengetahuan di dunia kerja. Dan mungkin juga kesalahan dari sekolahnya yang merekomendasikan tempat praktek atau bisa juga menutup mata akan kondisi anak didiknya di tempat kerja.
Pengalaman saya melakukan interview pada anak-anak magang, …

Nostalgia di Lumajang

Lumajang, tempat lahir saya. Saya tinggal di kota Lumajang sampai kelas 2 SMP. Nah kemarin saya ngantar orang tua untuk acara reuni di Lumajang, selama 3 hari di sana, dan lokasinya persis di depan tempat tinggal saya waktu masih bayi sampe usia 6 tahun. 
Saya berkunjung juga ke tempat waktu saya menghabiskan waktu usia SD dan SMP tersebut. Tepatnya di Desa Dawuhan Lor. Ke tempat main gobaksodor, belajar badminton, mandi di sungai, main petak umpet, ke tempat usaha bapak saya waktu itu, main ke SD tempat saya belajar, berkunjung ke tetangga-tetangga juga. Dan alhamdulillah semua masih ingat persis hampir setiap kejadian di sana. Berasa jadi anak kecil lagi. 
Saya ketemu beberapa tetangga dan teman-teman waktu kecil. Ngobrol jaman dulu kala. Ketemu juga dengan sahabat dari bapak saya, partner bisnis, dan bekas tempat bisnis yang sekarang masih jalan yang dijalankan oleh partnernya dulu.

Saya keliling desa, persis tempat saya main dulu. Mampir ke sungai, mengingat-ingat bagaimana serun…

Penyakit Pengusaha Pemula

Pengusaha kecil atau pengusaha pemula, sering sekali rentan terhadap suatu penyakit. Seperti halnya bayi, dia perlu berbagai imunisasi agar lebih kebal terhadap lingkungan luar. Nah ada beberapa penyakit yang harus dilalui para pengusaha kecil atau pengusaha pemula, sehingga dia bisa bertumbuh menjadi pengusaha yang lebih kokoh untuk menghadapi persaingan nantinya.
Penyakit yang sering menjangkit para pengusaha kecul itu ada tujuh, dan dapat digolongkan berdasarkan fungsi-fungsi manajemen dikategorikan sebagai berikut : 
- MASALAH PEMASARAN : tuli, mencret, muntah - MASALAH PRODUKSI : kurap dan batuk  - MASALAH ORGANISASI : kutil - MASALAH KEUANGAN : campak
Mari kita bahas satu persatu :
1.Tuli, adalah ”Satu Pembeli”  Bila sudah mendengar satu informasi ia tidak dapat mendengar atau tidak mau mendengar informasi baru. Kemudian satu pembeli, mungkin hal ini sangat janggal, mengapa ada pengusaha yang hanya memiliki satu atau dua pembeli saja?
Dicontohkan, pada pengusaha catering, setelah…

Garam dan Kecintaan Kepada Indonesia

Di banyak status, di banyak group Whatsapp banyak yang membahas tentang langkanya garam dan mahalnya garam tersebut. Akhirnya, kita yang punya banyak laut harus impor garam. Sedih.
Saya lebih suka pembahasan yang memang selama ini kita suka jajan produk luar. Selama ini yang menggaungkan dan menggerakkan untuk membela dan membeli produk lokal Indonesia hanyalah pemilik usahanya saja, UKM nya saja. Sementara yang ga punya usaha lebih suka jajan produk orang lain. 
Semua orang tentu sangat senang produknya dibeli, tapi ga semua orang senang membeli produk temannya, meskipun sesama UKM, meskipun satu komunitas. Jadi, ga semua UKM juga ikutan aksi nyata untuk bela dan beli produk UKM. Padahal sering kita dengar istilah 'what you give is what you get'.
Begitu juga dengan sebagian pemerintahnya, gaungan untuk bela dan beli produk rakyatnya, hanyalah sebatas slogan, wacana, dan hanya sebatas simbol kepedulian, untuk menghasilkan sebuah program-program kerja. Aksi nyata hanya dilakuk…

Pelajaran Berharga dari Ngawi Batik Fashion

Hari jumat kemarin, saya berkesempatan untuk mengikuti gelar pameran produk UMKM se Jawa Timur, yang diadakan di kabupaten Ngawi dalam rangka HUT Kota Ngawi. Kegiatan yang diadakan di Alun-alun kota Ngawi ini juga dimeriahkan oleh acara Ngawi Batik Fashion. Acara yang sudah berlangsung selama 6 kali ini setiap tahunnya, konon setiap tahun semakin meriah. Dengan slogannya Ngawi Ramah, kota kecil ini membuat saya kagum. Acara keren untuk seukuran Ngawi. Banyak hal kekaguman saya tentang acara ini, dan juga banyak hal yang dapat saya pelajari selama mengikuti ini. Kota Ngawi, dimana tidak jauh dari tempat tinggal saya saat ini, yaitu Nganjuk, dan juga dengan kondisi sosial masyarakatnya juga tidak jauh berbeda, namun terasa sangat jauh lebih maju dibandingkan Nganjuk.
Sekelas Ngawi saja, mereka bisa membuat acara yang luar biasa ini, Ngawi Batik Fashion. Ngawi banyak memiliki pengrajin batik. Dan ide kreatif yang kemarin berjalan adalah, Ngawi berhasil mengundang para designer nasional un…