Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2018

Talk Show Bersama Kemangi

Kemarin malam, saya ada agenda sharing bersama temen-temen dari kemangi. Kemangi adalah sebuah perkumpulan mahasiswa dari Nganjuk di seluruh Indonesia.
Talk show tersebut bertemakan peran pemimpin muda. Melihat mereka, saya jadi ingin kuliah lagi lho. Dulu, saat saya masih mahasiswa, jarang sekali saya mengikuti kegiatan ekstra diluar jam kuliah. Hanya setahun menjelang lulus saja saya baru sadar kalo kegiatan ekstra itu sangat penting. Betapa kupernya saya dulu. Dan hebatnya sekarang, banyak kegiatan mahasiswa yang sangat kreatif dan positif untuk daerahnya masing-masing.
Sekitar 45 menit saya di atas panggung dalam acara talk show tersebut, saya sangat surprise ternyata kita kedatangan narasumber lain, yaitu Pak Marhaen. Beliau wakil bupati Nganjuk terpilih. Tinggal nunggu pelantikan aja beberapa waktu lagi. Ternyata beliau mewakili Mas Novi, bupati nganjuk terpilih yang berhalangan hadir. 
Mas Novi adalah seorang pemuda dari Nganjuk yang akan memimpin kota angin ini 5 tahun mendatang.…

Bersainglah di Kualitas

Kualitas itu lebih baik dari kuantitas. Sampai saya nulis ini, saya masih percaya bahwa bersaing di kualitas itu jauh lebih nikmat daripada bersaing di harga termurah.
Bersaing di harga termurah (murah-murahan) itu capek, beneran capek. Saya pernah juga menjual bawang goreng kiloan, grosiran. Kualitas hampir sama dengan bawangkita harga kiloan. Namun karena memang bersaing di murah-murahan, ada orang lain menjual lebih murah dikit, konsumen pindah. Target marketnya waktu itu memang ke orang yang beli kiloan, mereka jual ke warung makan. Buat target market saya, makin murah makin bagus. Tapi bakal capek. Di atas langit masih ada langit, begitu juga di bawah tanah masih ada tanah. Akhirnya saya sudah tidak lagi menjual yang curah, namun menggunakan kualitas terbaik, dengan brand yang sudah baik.
Bersaing pada kualitas akan mendapatkan market tersendiri. Lebih enak, lebih nikmat. Punya kebanggaan tersendiri. Carilah konsumen juga yang juga berkualitas. Dengan kualitas, konsumen akan rela m…

Pengembangan Kapasitas Usaha

Mendadak rabu malam ada suara telpon masuk. Tertulis di layar telpon adalah nama seorang guru saya yang juga ketua Forum Komunikasi UMKM Kab Nganjuk, PakYazid. Dalam sambungan telepon itu beliau meminta saya untuk menjadi narasumber pada acara halal bihalal temen-temen UKM Nganjuk Kediri yang diadakan esok hari, yaitu hari kamis pagi. Beliau meminta materi tentang pengembangan kapasitas usaha. Dan saya selalu bilang SIAP.
Secara diam-diam, materi saya alihkan kepada pengembangan marketing dengan memanfaatkan dunia online. Karena saya sadar sebagian besar para pelaku usaha (UKM) masih belum memanfaatkan media online secara maksimal. Saya sampai saat ini saya berpendapat, jika permintaan jauh lebih besar, maka kita secara otomatis akan meningkatkan kapasitas produksi kita. Lebih asik kebanjiran order daripada kebanjiran produk. Betul kan?
Pada kegiatan ini, saya mencoba membuka data tentang banyaknya potensi market online di Indonesia. Tentang bagaimana mudahnya menjual produk via onlin…

Kompetitor adalah motivator.

Ada sebagian orang yang tak nyaman jika usahanya ada yang menyaingi. Apalagi yang menjadi kompetitornya adalah tetangga, atau teman, atau saudara sendiri. Dan ada yang lebih tak nyaman lagi, yang menjadi kompetitor adalah karyawannya sendiri. Ada.
Saya mungkin sebaliknya. Setahun sejak usaha Bawang Goreng Nabati saya banyak mengajak orang di Nganjuk untuk ikutan usaha BAWANG Goreng. Saya selalu bilang usaha ini laku dan potensi. Gimana tidak, hampir setiap rumah, setiap warung / restaurant membutuhkan BAWANG Goreng. Iya kan?
Kenapa begitu? Karena sejak saat itu saya punya impian yaitu BAWANG Goreng menjadi oleh-oleh khas dari Nganjuk. Karena komoditi terbesar di kota angin ini adalah BAWANG Merah. Semakin banyak yang produksi BAWANG Goreng, Nganjuk akan semakin dikenal dengan produk ini.
Contoh, kalo diajak makan malam di Jl. A Yani Nganjuk, makan apa yang terlintas di pikiran kamu? Pasti makan nasi pecel.
Contoh lain, kalo di Jakarta, kalo mau beli HP harus pergi kemana? Pasti sebagian b…